Bu Rastanty - Kumpulan Cerita Dewasa

Hot

Post Top Ad

Sabtu, 30 Juli 2016

Bu Rastanty

Sudah hampir setahun Zaky tinggal di tempat kost bu Rastanty. Bisa tinggal di tempat kost ini awalnya secara tidak sengaja ketemu bu Rastanty di pasar. Waktu itu bu Rastanty kecopetan, trus teriak dan kebetulan Zaky yang ikut menolong menangkap copet dan mengembalikan dompet bu Rastanty. Trus ngobrol sebentar, kebetulan Zaky lagi cari tempat kost yang baru dan bu Rastanty mengatakan dia punya tempat kost atau bisa di bilang rumah bedengan yang dikontrakkan, yah jadi deh tinggal di kost-an bu Rastanty.

Bu Rastanty lumayan baik terhadap Zaky, kelewat baik malah, karena sampai saat ini Zaky sudah telat bayar kontrak rumah 3 bulan, dan bu Rastanty masih adem-adem aja. Mungkin masih teringat pertolongan waktu itu. Tapi justru Zaky yang gak enak, tapi mau gimana, lha emang duit lagi seret. akhirnya Zaky lebih banyak menghindar untuk ketemu langsung dengan bu Rastanty. Sampai satu hari…… waktu itu masih sore jam 4. Zaky masih tidur-tiduran dengan malasnya di kamarnya. Tempat kost itu berupa kamar tidur dan kamar mandi di dalam. Terdengar pintu kamarnya di ketok… tok..tok..tok.. lalu suara bu Rastanty yang manggil,”Zack…Zaky… ada di dalem gak?” Sontak Zaky bangun, wah bisa berabe kalo nanyain duit sewa kamar nie, pikir Zaky.

Dengan cepat meraih handuk, pura-pura lagi mandi aja ah, ntar juga bu Rastanty pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi kembali terdengar suara bu Rastanty,” Zaky lagi tidur ya..?” dan dari kamar mandi Zaky menyahut sedikit teriak,” lagi mandi bu….” Sesaat tidak ada sahutan, tapi kemudian suara bu Rastanty jadi dekat,”ya udah mandi aja dulu Zack, ibu tunggu di sini ya…” eh ternyata masuk ke kamar, Zaky tadi gak mengunci pintu. “busyet dah, terpaksa bener-bener harus mandi nie,”pikir Zaky. Sekitar lima belas menit Zaky di kamar mandi, sengaja mandinya agak dilamain dengan maksud siapa tau bu Rastanty bosan trus gak jadi nunggu.

Tapi rasanya percuma lama-lama toh bu Rastanty sepertinya masih menunggu. Akhirnya keluar juga Zaky dari kamar mandi, dengan hanya handuk yang melilit di pinggang, tidak pakai celana dalem lagi, maklum tadi gak sempet ambil karena terburu-buru. Bu Rastanty tersenyum manis melihat Zaky yang salah tingkah,”lama juga kamu mandi ya Zack…” bu Rastanty membuka pembicaraan. “pasti bersih banget mandinya ya…” gurau bu Rastanty sambil sejenak melirik dada bidang Zaky. “ah ibu bisa aja… biasa aja kok bu.., oia ada apa ya bu..?” jawab Zaky sekenanya saja sambil mengambil duduk di pinggiran tempat tidur.

Bu Rastanty mendekat dan duduk di samping Zaky, “Cuma mau ngingetin aja, uang sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho… trus mau ngobrol-ngobrol aja sama kamu, kan dah lama gak ngobrol, kamu sie pergi mlulu…”ucap bu Rastanty. Zaky jadi kikuk,”wahduh… kalo uang sewanya ntar aku bayar cicil boleh gak bu? Soalnya lagi seret nie…” jawab Zaky dengan sedikit memohon. Bu Rastanty terlihat sedikit berpikir…”mmmm… boleh deh, tapi jangan lama-lama ya… emang uangmu di pakai untuk apa sie?” terlihat bu Rastanty sedikit menyelidik. “hmmm… pasti buat cewe mu ya…”dia terlihat kurang senang. “ah nggak juga kok bu….. saya emang lagi ada keperluan,” jawab Zaky hati-hati melihat raut wajah bu Rastanty yang kurang senang. “huh…laki-laki sama aja, kalo lagi ada maunya, apa aja pasti di kasih pada perempuan yang lagi di dekatinya, hhhh… sama aja dengan suamiku….”keluh bu Rastanty dengan nada kesal. Waduh nampaknya bu Rastanty lagi marahan nie sama suaminya, jangan-jangan amarahnya ditumpahkan pula sama Zaky. Dengan cepat Zaky menjawab,”tapi saya janji kok bu, akan saya lunasi kok…” “hhhhh….”bu Rastanty menghela nafas,”udahlah Zack, gak apa-apa kok, gak di bayar juga kalo buat kamu ga masalah… ibu Cuma lagi kesel aja sama suamiku, dia cuma perhatiannya sama Marni terus… aku seperti gak dianggap lagi, mentang-mentang Marni jauh lebih muda ya.”

Sedikit penjelasan bahwa bu Rastanty ini istri pertama dari pak Kardi, sedangkan istri keduanya bu Marni. Dan sekarang sepertinya pak Kardi lebih sering tinggal di rumahnya yang satu lagi bersama bu Marni dan bu Rastanty tampaknya udah mulai kesepian nie “wah kalo masalah keluarga sie aku kurang paham bu…. “jawab Zaky kikuk “gak apa-apa Zack, ibu hanya mau curhat aja sama kamu… boleh kan Zack?” suara bu Rastanty sendu. Agak lama terdiam, terdengar tarikan nafas bu Rastanty terasa berat, dan sedikit sesunggukan, waduh lama-lama bisa nangis nie, gawat dong pikir Zaky. “udah bu jangan terlalu dipikirkan, nanti juga pak Kardi kembali lagi kok, kan ibu juga gak kalah cantiknya sama bu Marni,”Zaky bermaksud menghibur. “ah kamu Zack… emang ibu masih cantik menurutmu?” bu Rastanty menatap sendu ke arah Zaky, terlihat dua butir air mata mengalir di pipinya.

Uhh…. ingin rasanya Zaky menghapus air mata itu, pak Kardi emang keterlaluan masa wanita cantik nan elok seperti ini dianggurin sie, coba Zaky bisa berbuat sesuatu… busyet… Zaky memaki dalam hati… “kenapa otak gwa jadi kotor gini.” Dengan sedikit gugup Zaky menjawab,”mmm…eee… iya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis mungkin aku yang duluan tergoda.” Uupsss …. Maksud hati ingin menghibur, tapi kenapa kata-kata yang menggoda yang keluar dari mulut… gerutu Zaky dalam hati. Zaky jadi panik, jangan-jangan bu Rastanty marah dengan ucapan Zaky. Tapi ternyata Zaky salah, karena bu Rastanty tersenyum, manis sekali dengan deretan gigi yang putih dan rapi,”ih Zaky bisa aja menghibur…. Iya juga sie, kalo masih gadis bisa aja tergoda, pantes aja suamiku gak ngelirik aku lagi, bis nya dah tua sie…” rona wajah bu Rastanty berubah sedih lagi,”kalo menurutmu Zack, apa ibu emang gak menarik lagi…?” sambil berdiri dan memperhatikan tubuhnya kemudian menatap Zaky minta penilaian.

Terang aja Zaky makin kikuk,”wah aku mau ngomong apa ya bu…? Takutnya nanti di bilang lancang lho… tapi kalo mau jujur…. Ibu cantik banget, seperti masih 30an deh.” Bu Rastanty tampaknya senang dengan pujian itu,”hmmm.. kamu ada-ada aja saja… ibu udah 48 lho.. emang Zaky liat dari mananya bisa bilang begitu?” Zaky jadi cengar cengir,” ….itu penilaian laki-laki lho bu, saya malu bilangin nya.” Bu Rastanty kembali duduk mendekat, sekarang malah sangat dekat hampir merapat ke Zaky sambil berkata,” ah.. gak perlu malu…. Bilang aja…” Nafas Zaky terasa sesak, badan nya terasa panas dingin menghadapi tatapan bu Rastanty, matanya indah dengan bulu mata yang lentik, sesaat kemudian Zaky mengalihkan pandangan ke arah tubuh bu Rastanty mencari alasan penilaian tadi, uups baru deh Zaky memperhatikan bahwa bu Rastanty memakai baju terusan seperti daster tapi dengan lengan yang berupa tali dan diikat simpul di bahunya. Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat dengan tali baju dan tali bra yang saling bertumpuk di bahu, pandangan Zaky beralih ke bagian depan uupss… terlihat belahan dada yang hmmm… sepertinya buah dada itu lumayan besar. Sentuhan lembut tangan bu Rastanty di paha Zaky yang masih dibungkus handuk cepat menyadarkan Zaky.

Dengan penuh selidik bu Rastanty bertanya,”lho… kok jadi bengong sie..? apa dong alasannya tadi bilang ibu masih 30an…” Zaky sedikit tergagap karena merasa ketahuan terlalu lama memandangi tubuh bu Rastanty,”mmm… eeemm.. ibu benar-benar masih cantik, kulitnya masih kencang… masih sangat menggoda…” Tidak ada jawaban dari mulut bu Rastanty, hanya pandangan mata yang kini saling beradu, saling tatap untuk beberapa saat… dan seperti ada magnet yang kuat, wajah bu Rastanty makin mendekat, dengan bibir yang semakin merekah. Zaky pun seakan terbawa suasana, dan tanpa komando lagi, Zaky menyambut bibir merah bu Rastanty, desahan nafas mulai terasa berat hhhh…hhhh…ciuman terus bertambah dahsyat, bu Rastanty menjulurkan lidahnya masuk menerobos ke mulut Zaky, dan dibalas dengan lilitan lidah Zaky sehingga lidah tersebut berpilin-pilin dan kemudian deru nafas semakin berat terasa. Dengan naluri yang alami, tangan Zaky merambat naik ke bahu bu Rastanty, dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan dengan lembut Zaky meraba bahu bu Rastanty sampai ke lehernya…. Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut Zaky meremas payudara yang masih terbungkus bra itu. “hhhhh…hhhh” nafas bu Rastanty mulai terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak. Jemari lentik bu Rastanty tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dada Zaky… melingkari pinggang Zaky, mencari lipatan handuk, hendak membukanya… Uupps…. Zaky tersentak dan sadar….,”ups…hhh… maaf bu… maaf bu… saya terbawa suasana….” Zaky tertunduk tak berani menatap bu Rastanty sambil merapikan kembali handuknya, baru kemudian dengan sedikit takut melihat ke arah bu Rastanty.

Terlihat bu Rastanty pun agak tersentak, tapi tidak berusaha merapikan pakaiannya, sehingga tubuh bagian atas yang hanya tertutup bra itu dibiarkan terbuka. Pemandangan yang menakjubkan. “napa Zack… kita sudah memulainya… dan kamu sudah membangkitkan kembali gairah ibu yang lama terpendam… kamu harus menyelesaikannya Zack…” tatapan bu Rastanty terlihat semakin sendu… “mmm… ibu gak marah..? gimana nanti kalo ada yang lihat bu… bisa gawat dong… pak Kardi juga bisa marah besar bu…” jawab Zaky. Tanpa menjawab bu Rastanty bangkit berdiri, namun karena tidak merapikan pakaiannya, otomatis baju terusan yang dipakai jadi melorot jatuh ke lantai. Zaky terpana melihat tubuh indah itu, sedikit berlemak di perut dan bokongnya namun itu malah menambah seksi lekuk tubuh bu Rastanty. Kemudian dengan tenang bu Rastanty melangkah ke arah pintu kamar dan menguncinya. Saat berjalan membelakangi Zaky itu nampak gerakan bokong bu Rastanty naik turun, dan perasaan Zaky semakin tegang dengan nafsu yang semakin tak tertahankan, demikian juga saat bu Rastanty berbalik dan melangkah kembali menuju tempat tidur, Zaky tidak melepaskan sedikit pun gerakan bu Rastanty.

Sampai bu Rastanty berdiri dekat di depan Zaky dan berkata,”kamarnya udah di kunci Zack, dan gak ada yang akan mengganggu….” Zaky tidak langsung menjawab, menghidupkan tape dengan suara yang agak besar, setidaknya untuk menyamarkan suara yang ada di ruangan. Bu Rastanty kembali duduk di pinggiran tempat tidur, dan membuka bra yang digunakannya. Zaky mendekat dan duduk di samping bu Rastanty… hmmm… nampak payudara itu masih montok dan kenyal, ingin Zaky langsung melahap dengan mulut dan menjilatnya. Bu Rastanty yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher Zaky, menarik wajah dan langsung melumat bibir Zaky dengan nafsu yang membara. Zaky membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah bu Rastanty, tangan Zaky meremas payudara montok milik bu Rastanty. Desahan nafas menderu di seputar ruangan, diselingi alunan musik menambah gairah. Setelah beberapa saat, bu Rastanty mendorong lembut badan Zaky, menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu. Zaky mendorong lembut tubuh bu Rastanty, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang dengan puting yang telah tegang.

Tanpa menunggu lagi Zaky melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak puting. Dengan gemas Zaky menyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangan meremas payudara kembarannya ………………… “HHHH…. AHHH….MMMH….”suara bu Rastanty mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan. Zaky melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah payudara menuju perut dan sebentar memainkan lidah pada udel bu Rastanty yang menggelinjang kegelian. Zaky menghentikan penjelajahan lidah, kemudian dengan cekatan menarik celana dalam bu Rastanty, melepaskan dan membuang ke lantai. Dengan spontan bu Rastanty mengangkat kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan vagina dengan rambut-rambut yang tertata rapi. Zaky mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha bu Rastanty yang halus mulus, terus mendekat ke selangkangan menemui bibir vagina yang mulai mengeluarkan cairan senggama. Tanpa menunggu lama, Zaky menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir vagina bu Rastanty dan sesekali menggetarkan lidah pada klitorisnya yang membuat bu Rastanty mengerang kenikmatan,”AHHHH…. MMMMH… HHH… Zack….UHH…”desahan birahi yang memuncak dari bu Rastanty membuat Zaky semakin bersemangat dan sesekali lidah di julurkan mencoba masuk ke liang senggama yang menanti pemenuhan itu.

Setelah beberapa menit Zaky mengeksplorasi liang kewanitaan itu, nampaknya bu Rastanty tidak sabar lagi menuntut pemenuhan hasrat birahinya,”Zack…. Ayo sayang… masukkin Zack… hhhh…mmmmh.” Suara bu Rastanty ditingkahi desahan-desahan yang semakin kencang. Dengan tenang Zaky menyudahi penjelajahan lidah dan bersiap bertempur yang sesungguhnya. Dengan sekali tarik lepaslah handuk yang melilit di pinggang dan bebas mengacung penis dengan bagian kepala yang merah mengkilap. Bu Rastanty semakin membuka lebar pahanya, besiap menanti pemenuhan terhadap liang wanitanya. Zaky naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penis ke arah vagina bu Rastanty yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang kemaluan Zaky dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya. Dengan sekali dorongan penis Zaky amblas sampai setengahnya. Zaky menahan gerakan sebentar menikmati prosesi masuknya penis yang disambut desahan bu Rastanty,” AHHH….TERUSKAN ZACK….AHHH.” kemudian dengan meresapi masuknya penis sampai sedalam-dalamnya. Setelah dorongan pertama dan batang zakar yang masuk seluruhnya barulah Zaky memompa menaik turunkan pantat dengan irama beraturan seakan mengikuti irama musik yang terasa semakin menggebu dan hot.

Zaky bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan bu Rastanty mencengkam punggung Zaky, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan musik dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh,”AH..AH..AH..MMH…MHH…HHHH.” tak hentinya desahan meluncur dari bibir Zaky dan bu Rastanty. Sesaat Zaky menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas segar, bu Rastanty memeluk Zaky dan menggulingkan badan tanpa melepas penis yang tetap berada di liang vaginanya. Dengan posisi di atas dan setengah berjongkok, bu Rastanty memompa dan menaikturunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan. Sesekali bu Rastanty memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang zakar Zaky lebih dalam. Zaky tak diam saja, tangan meremas kedua payudara yang menggantung bebas dan menarik-narik puting susu bu Rastanty.

Suasana makin membara dengan peluh yang bercucuran, sampai saat bu Rastanty seperti tak sanggup melanjutkan pompaan karena birahi yang hendak mencapai puncak pemenuhan. Dengan sigap Zaky membalikkan posisi, bu Rastanty kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan Zaky meneruskan pertempuran. “Zack…AHH..AH..AH..UH…TERUS ZACK…. AHHH…AHH IBU SAMPAI… ZACK….AHHHHHHHHH… MMMMMHHH.” Setelah teriakan tertahan bu Rastanty mengatup bibirnya menikmati orgasme yang didapat, tubuhnya sedikit bergetar. Zaky merasa vagina yang mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot zakarnya.Zaky menikmatinya dengan memutar – mutar pantatnya dan memasukkan lebih dalam lagi batang zakarnya, dan terasa ada dorongan kuat menyelimuti batang zakarnya, semakin besar dan sesaat Zaky kembali mendorong batangnya dengan cepat dan saat terakhir menarik keluar batanga zakarnya dan melepaskan air maninya di atas perut bu Rastanty…. Yang dengan cepat meraih penis Zaky dan mengocoknya sampai air mani itu berhenti muncrat, dengan lembut bu Rastanty mengusap penis yang mulai turun ketegangannya. Zaky membaringkan tubuhnya disamping bu Rastanty. Terdiam untuk beberapa saat. Bu Rastanty bangkit duduk meraih kain di pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya.

Kemudian dengan manja membaringkan tubuhnya diatas Zaky. “makasih ya sayang… ini rahasia kita berdua… I love u Zack,” bisik mesra bu Rastanty di telinga Zaky. “mmm…baik bu…”belum sempat Zaky menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk bu Rastanty menempel di bibirnya, “kalo lagi berdua gini jangan pangil ibu dong…”ucap bu Rastanty manja. “iya sayang….” Balas Zaky, senyum manis merekah di bibir seksi bu Rastanty. Setelah itu dengan cepat Zaky dan bu Rastanty merapikan pakaian, dan sebelum meninggalkan Zaky, bu Rastanty berbisik mesra,”sayang… tar malem suamiku gak ada di rumah….. aku tunggu di kamar ya… berapa ronde pun dilakoni buat Zaky sayang.” Sambil berpelukan mesra, Zaky menyanggupi ajakan bu Rastanty.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad